Wednesday, 4 July 2018

Biar Jatuh Yang Penting Gaya...BRO...

Monday, 14 August 2017

Cara Menurunkan Gula Darah dengan JAMBU BIJI

Cara mengecek ikan berformalin atau tidak

Tips Cara Menghilangkan Kadar Formalin

Dr Oz Indonesia - Resep Makanan Untuk Hidup Sehat

Saturday, 12 November 2016

FITOKIMIA PADA SAYURAN DAN BUAH-BUAHAN

Sayuran dan buah-buahan tidak hanya mengandung zat untuk pertumbuhan dan perkembangan. Namun juga mengandung zat atau senyawa untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk kanker. Menurut National Institute For Cancer Research, senyawa-senyawa yang terkandung didalam sayuran tertentu efektif mencegah kanker tertentu.
Senyawa Fitokimia 
Pepaya, pisang, sawo, advokad, mangga, sawi, bayam, tomat, dan berbagai macam sayu-sayuran buah-buahan lainnya dapat dijumpai dengan mudah dipasar atau di super market. Selain harganya terjangkau, juga sangat kaya akan nutrisi. Salah satu nutrisi yang terkandung didalam buah-buahan dan sayur-sayuran ini adalah senyawa fitokimia merupakan senyawa yang sangat bermanfaat sebagai antioksidan dan dapat mencegah kanker serta jantung. Adapun beberapa fitokimia yang sudah diketahui terdapat didalam sayur-sayuran dan buah-buahan, antara lain sebagai berikut :
1. Betakaroten 
Betakaroten berguna untuk mencegah serangan jantung, strok, kebutaan, dan beberapa jenis kanker, juga memperlambat penuaan. 
2. Karatenoid 
Senyawa Karatenoid merupakan pigmen pemberi warna pada buah dan sayuran. Karatenoid ini berguna juga untuk mencegah serangan jantung, strok, kebutaan, dan beberapa jenis kanker, dan memeperlambat penuaan pada kulit tubuh kita. 
3. Likopen 
Likopen banyak terdapat pada buah dan sayuran yang berwarna merah, seperti pada wartel, pepaya, semangka, dan tomat. Lipopen ini sangat berfungsi untuk mencegah serangan jantung dan kanker prostat. 
4. Flafonoid 
Flafonoid merupakan antioksidan penetralisir radikal bebas yang menyerangsel-sel tubuh kita. Radikal bebas dapat menyebabkan kanker, Penyakit jantung, dan penuaan dini. Flafonoid ini dapat ditemukan pada buah jeruk, anggur merah, kiwi, apel, dan teh hijau.

5. Lutein 
Fungsi dari senyawa lutein untuk kesehatan mata kita. Sayuran yang banyak mengandung senyawa lutein ini adalah bayam, selada, kiwi, dan brokoli. 
6. Quercetin 
Quercetin dapat mengurangi peradangan akibat alergi, menghambat pretumbuhan kanker dikepala, dan melindungi paru-paru dari efek polutan. Quercetin terdapat pada buah pear, apel, selada, brokoli, anggur dan teh hijau. 
7. Zeaxanthin 
Zeaxanthin ini berguna untuk mencegah degenerasi molecular dan kanker. Zeaxanthin ini terdapat pada jagung dan bayam. 
8. Limonen 
Limonen ada fitokimia yang ditemukan pada bagian kulit selaput putih buah dalam kelompok jeruk, seperti jeruk orange, mandarin, limau, lemon dan jeruk nipis. Limonen ini bersuna untuk melindungi paru-paru dan resiko beberapa jenis kanker. 
9. Hesperidin 
Hesperidin dapat melindungi tubuh dari serangan jantung. Hisperidin ini dapat dijumpai pada kelompok jeruk pula. 
10. Asam Ellagat 
Asan Ellegat merupakan senyawa fenolat yang bisa menurunkan kadar kolesterol. Asam Ellegat banyak dijumpai pada anggur, kiwi, dan strowberry. 
11. Sulforafen 
Sulforafen berfungsi mencegah resiko kanker usus besar. Sulforafen terdapat pada sayuran crucifera seperti kembang kol, brokoli, kubis, dan bokchoy. 
12. Resveratrol 
Resveratrol merupakan senyawa fitokimia yang dapat mencegah penyakit kanker, jantung, penyumbatan darah, dan strok. Resveratrol terdapat pada buah anggur merah dan jus anggur merah. 
13. Antosianin 
Antosianin dapat mencegah penggumpalan darah bahkan strok. Antosianin
Ini terdapat pada buah srowberry, kiwi, dan plum. 
14. Tangeritin 
Tangeritin dapat juga mencegah kanker dikepala dan leher. Tangeritin ini banyak dijumpai pada buah jeruk dan jus jeruk.
Beberapa Sayuran Pencegah Kanker
Ada beberapa sayuran yang mengandung zat atau senyawa yang dapat menekan timbulnya penyakit kanker. Sayur-sayuran tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Sayuran Daun Hijau Tua
Sayuran daun hijau tua mudah kita dapatkan dipasar-pasar, baik itu pasar tradisional maupun pasar modern. Sayuran yang termasuk sayuran daun hijau tua antara lain bayam, sawi hijau, kangkung, collard green, daun lettuce, dan swiww chad. Sayur-sayuran tersebut mempunyai kandungan serat yang tinggi, folate, dan bermacam antioksidan yang menyerang dan mengeluarkan radikal-radikal bebas yang berbahaya dari dalam tubuh.
Beberapa ahli kesehatan yang telah mengadakan penelitian terhadap sayuran daun hijau tua tersebut telah menemukan suatu zat yang dinamakan karotenoid. Karotenoid yang terkandung didalam sayuran daun hijau tua efektif menghambat pembentukan tumor payudara dan kanker kulit, juga mencegah kenker paru dan kanker perut. 
Hasil dari penelitian Iowa Women’s Health Study menunjukan bahwa wanita yang lebih banyak mengkonsumsi sayuran daun hijau mempunyai resiko lebih rendah 44% jika dibanding dengan wanita yang jarang mengkonsumsi sayuran daun hijau tua tersebut. Bagi pria perokok berat disarankan banyak mengkonsumsikan sayuran daun hijau tua, karena folate yang terdapat pada sayuran tersebut dapat menurunkan resiko kanker paru yang disebabkan oleh nikotin.
2. Sayuran Polong-polongan

Sayuran polong-polongan, antara lain kacang panjang, kacang kapri, dan buncis. Orang-orang internasional menyebutnya bean. Sayuran ini kaya akan serat. Disamping itu, sayuran polong-polongan ini juga banyak mengandung zat kimia yang dapat meningkatkan imunitas terhadap kanker yaitu saponin, protease inhibitor, dan phytic acid.
Saponin merupakan zat yang dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kanker didalam berbagai jaringan tubuh. Protease inhibitor merupakan zat yang memperlambat kanker menggandakan diri dan menekan protease, si perusak sel, sedangkan phytic acid adalah zat yang memperlambat pertumbuhan tumor.
Sebuah studi yang melibatkan 3.237 orang pria menunjukan bahwa mereka yang banyak mengkonsumsi sayuran polong-polongan mempunyai resiko kanker prostat lebih rendah 38%, jika dibandingkan orang-orang yang sedikit mengkonsumsikakan sayuran tersebut. 
3. Sayuran Cruicifera
Sayuran crucifera, antara lain brokoli, kembang kol, kobis, dan bokchoy. Pada hasil penelitian terhadap sayur-sayuran ini adalah bahwa senyawa-senyawa yang terkandung didalam sayuran ini menunjukan mampu menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker didalam tubuh. Terutama dengan mengatur suatu sistem enzim yang komplek, yang memberikan perlindungan terhadap kanker. Orang-orang yang banyak mengkonsumsikan sayuran-sayuran ini menunjukan hal yang positif terhadap penurunan resiko kanker paru, kanker perut, dan kanker colorectal. 
4. Tomat

Tomat termasuk salah satu sayuran buah. Banyak zat dan senyawa yang terkandung didalam sayuran tomat, diantaranya likopen. Senyawa likopen dapat mencegah timbulnya kanker prostat, perut, dan paru. Tomat mempunyai kandungan senyawa likopen tertinggi jika dibandingkan dengan semangka dan pepaya.
Semangka dan pepaya juga mengandung senyawa likopen, tetapi jumlahnya hanya sedikit. Tomat mempunyai kandungan likopen tertinggi jika dimakan dalam bentuk olahan, seperti saus tomat atau jus tomat. Karena dalam bentuk demikian, zat maupun senyawa yang terkandung didalam tomat mudah diabsorp atau diserap oleh pencernaan. Suatu penelitian menemukan sebuah fakta bahwa orang-orang dengan kadar likopen terendah kemungkinannya tiga kali lebih besar terkena kanker paru jika dibandingkan dengan orang-orang dengan kadar likopen tertinggi.
5. Kedelai
Makanan atau minuman yang berasal dari kedelai, antara lain tahu, tempe, susu kedelai, kacang kedelai, dan lain-lain. Makanan tersebut menpunyai khasiat mencegah kanker yang berhubungan dengan hormon. Di samping itu, kedelai mengandung fitotoestrogen, sejenis estrogen yang berasal dari tumbuhan. Estrogen tersebut dapat menurunkan kemungkinan berkembangnya kanker. 
Dalam penelitian di laboratorium, beberapa orang yang mengkonsumsikan makanan yang berasal dari bahan dasar kedelai dapat membantu mencegah timbulnya kanker payudara. Sementara bagi pria yang lebih banyak mengkonsumsi susu kedelai mempunyai resiko 70% lebih rendah terkena resiko kanker prostate daripada mereka yang tidak pernah mengkonsumsi susu kedelai.
Usaha Menurunkan Resiko Kanker
Tanpa kita sadari, bahan makanan yang kita olah dapat menimbulkan senyawa karsinogen. Senyawa karsinogen merupakan senyawa-senyawa pencetus kanker yang terdapat didalam makanan. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui cara-cara yang benar memperlakukan bahan makanan yang akan kita olah, sehingga kita dapat menghindari karsinogen dan menurunkan resiko kanker.
Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih dan cara-cara memperlakukan bahan makanan, sebagai berikut :
1. Buang segera makanan yang tampak sudah jamuran, karena makanan tersebut kemungkinan besar mengandung aflatoksin, karsinogen liver yang sangat berbahaya. Aflatoksin paling banyak ditemukan didalam didalam didalam kacang tanah. 
2. Jangan memanaskan minyak dengan suhu tinggi. Hal ini untuk mencegah minyak tersebut berubah menjadi karsinogen. Jika memungkinkan makanan yang digoreng diganti dengan makanan yang direbus atau di kukus. 
3. Hindari makanan yang diasap. Senyawa-senyawa karsinogen yang disebut polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) terbentuk pada permukaan makanan selama proses pengasapan. 
4. Usahakan membeli sayuran atau bahan makanan produk lokal, karena kemungkinan lebih kecil mendapatkan perlakuan kimia untuk menghindari cepat membusuk. 
5. Jika memungkinkan, membeli makanan organik. Zat aditif dan pestisida yang ditemukan dalam senyawa yang dibudidayakan diduga menjadi karsinogen.

TIPS POLA MAKAN SEHAT

Hippocrates dikenal dengan pernyataan “Biarkan makanan menjadi obat dan obat menjadi makanan Kita”. Dukungan daya tahan tubuh setiap manusia agar selalu kuat maka makanlah makanan yang menyehatkan. Hal ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.

Makanan memberikan tubuh bahan dasar agar berfungsi secara efektif, pola makan sehat merupakan pola makan yang banyak mengandung buah-buahan, sayuran segar, padi-padian, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Memakan daging dan vegeratian, juga harus menyertakan produk seperti kacang kedelai yang merupakan sumber protein nabati yang baik untuk tubuh kita seperti tahu dan tempe, riset menunjukan bahwa kacang kedelai dapat melindungi tubuh dari berbagai penyakit.
Dengan memperbanyak makanan mentah dalam pola makan kita maka dikarenakan segala bentuk proses memasak dapat mengurangi kualitas nutrisi bahan makan mentah. Ada beberapa ahli kesehatan yang merekomendasikan bahwa sepertiga asupan makanan kita harus dalam bentuk mentah karena disaat masak makanan yang ditumis sebentar adalah pilihan yang lebih baik di bandingkan makanan yang dipanggang atau digoreng.
Dengan memilihan makanan organik yang diproduksi tanpa menggunakan bahan pestisida atau bahan pupuk kimia akan kesehatan kita akan terjamin,tapi di jaman sekarang jarang sekali makanan organik tanpa bahan kimia, yang berdampak kurang baik pada kesehatan dan dapat menimbulkan efek samping bagi tubuh kita.  
Ada beberapa contoh tips pola makan diantaranya makan sebagai cemilan, kita bisa memakan 2 atau 3 potong buah segar sehari, atau menyediakan kacang dan kismis. Jangan lupa untuk meningkatkan asupan air sebanyak 2 liter dalam sehari. Dengan cara ini maka kita dapat membuang racun dalam tubuh kita.